Suka Makan Es Apakah Itu Berbahaya Bagi Kesehatan?

Diposkan oleh : ahlinyamaag pada 8:24 am tanggal 14 Nov. 2018 Kategori Artikel Kesehatan

Suka Makan Es Apakah Itu Berbahaya Bagi Kesehatan?

Dihari yang terik pada musim kemarau, tentu tidak ada yang lebih menyegarkan dibandingkan mengonsumsi sesuatu yang dingin. Butiran es batu yang terdapat pada minuman anda dapat dengan cepatmelepas dahaga anda. Namun, bagaimana dengan kebiasaan mengunyah es batu langsung dari lemari es ? Adakah dampak yang buruk pada kesehatan ?

Suka Makan Es Apakah Itu Berbahaya Bagi Kesehatan?

Kebiasaaan Mengunyah Es Batu

Mengonsumsi es batu sesekali mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, bila sering dilakukan berulang, dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu. Kebiasaan mengonsumsi es secara kompulsif juga dikenal dengan istilah pagofagia.

Jika seseorang memiliki keinginan untuk mengonsumsi es batu dapat menjadi tanda bahwa ia mengalami defisiensi nutrisi tertentu atau gangguan makan. Kondisi ini juga dapat membahayakan kualitas hidupnya.

Mengunyah es batu dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan gigi. Misalnya, hilangnya lapisan enamel dan kerusakan gigi secara umum.

Hubungan Antara Hobi Mengunyah Es Batu Dengan Kekurangan Zat Besi

Untuk memperlihatkan hubungan antara mengunyah es dengan kekurangan zat besi, sebuah penelitian mengevaluasi perilaku 81 pasien yang menderita anemia defisiensi besi dan menemukan bahwa pagophafia merupakan kondisi yang sering ditemui. Ditemukan bahwa 16% dari peserta yang mengalami pagophagia memperlihatkan penurunan gejala lebih cepat setelah diberikan suplemen zat besi.

Lalu bagaimana kekurangan zat besi dapat menyebabkan kebiasaan mengunyah es ? Beberapa teori mengatakan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala seperti nyeri pada lidah, mulut kering, berkurangnya kemampuan mengecap, dan kesulitan menelan. Gejala gejala tersebut akan diperingan dengan mengunyah atau mengemut es. Kegiatan ini dapat mengurangi inflamasi dan rasa tidak nyaman.

Mengunyah es batu secara kompulsif sering dikaitkan dengan salah satu tipe anemia, yakni anemia defisiensi besi. Anemia terjadi apabila darah tidak mengandung hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Hemoglobin adalah komponen darah yang menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa oksigen seseorang dapat merasa lelah dan sesak napas. Salah satu penelitian mengemukakan bahwa mengonsumsi es dapat memicu efek pada individu dengan anemia defisiensi besi yang menghantarkan lebih banyak darah ke otak. Semakin tinggi aliran darah ke otak berarti semakin banyak oksigen yang didapatkan. Itu karena otak merupakan salah satu organ yang dapat mengalami kekurangan oksigen [ada anemia defisiensi besi. Peningkitan oksigen itu dapat menyebabkan peningkatan kejelasan pikiran dan kewaspadaan.

Hubungan Mengunyah Es Dan Peningkatan Kerja Otak

Gejala lain dari anemia definisi zat besi adalah kelelahan yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja otak. Para peneliti memperkirakan bahwa mengunyah es dapat merangsang perubahan pada peredaran darah otak yang pada akhirnya akan meningkatkan suplai oksigen ke otak. Peningkatan aliran oksigen ini akan meningkat kewaspadaan dan kecepatan berpikir.

Seorang psikolog dari universitas Pennsylvania, Mellisa Hunt, Ph. D, menjelaskan mengenai hal ini. Beliau mengatakan bahwa ketika suhu dingin menyentuh wajah, suhu dingin tersebut akan menyempitkan pembuluh darah tepi dan sebagai gantinya, mengalirkan lebih banyak darah ke otak. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan kerja otak.

Dampak Buruk Mengunyah Es Batu

Kebiasaan mengunyah es mungkin tidak memberikan dampak seburuk dan seberbahaya kebiasaan merokok atau meminum alkohol. Dampak terbesar yang akan dialami oleh penderita pagophagia adalah gigi dan rahang.

Kabiasaan mengunyah es dapat mengikis gigi anda, merusak gusi dan menghancurkan tambalan yang sudah ada. Anda juga mungkin akan mengalami nyeri pada otot otot rahang atau gangguan pada sendi rahang. Selain itu, jika penyebab tersering dari kondisi ini yaitu anemia tidak diobati, maka penderita memiliki risiko mengalami kerusakan jantung.

Sementara itu, anemia sendiri yang merupakan penyebab utama dari pagophagia dapat berujung pada beberapa kondisi. Anemia defisiensi besi biasanya disebabkan karena terjadinya pendarahan kronik, seperti adanya polip pada saluran cerna, periode menstruasi yang berlangsung lama dan banyak, pendararahan dari tukak lambung, atau riwayat operasi lambung sebelumnya. Langkah pertama yang harus diambil adalah mencari tahu ada tidaknya sumber pendarahan.

Komplikasi jangka panjang dari anemia dapat berupa gagal jantung, karena pada anemia, jantung anda harus bekerja lebih keras untuk menjaga agar kebutuhan darah yang membawa oksigen tercukupi di seluruh tubuh.

Cara Mengatasi Kebiasaan Makan Es Batu

Jika anda mengalami pagophagia dan curiga bahwa anda mengalami kekurangan besi, maka anda dapat berkonsultasi ke dokter. Dokter anda mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan darah untuk mengetahui kadar besi dalam tubuh anda. Jika anda memang mengalami kekurangan besi, maka anda dapat mengonsumsi suplemen atau meningkatkan asupan nutrisi anda dengan bahan pangan yang kaya akan besi, seperti daging dan sayuran hijau, Terimakasih semoga bermanfaat.

Suka Makan Es Apakah Itu Berbahaya Bagi Kesehatan? Kenmore 17" Microwave
Rated 3.5 / 5 based on 11 customer reviews
Suka Makan Es Apakah Itu Berbahaya Bagi Kesehatan? Dihari yang terik pada musim kemarau, tentu tidak ada yang lebih menyegarkan dibandingkan mengonsumsi sesuatu yang dingin. Butiran es batu yang terdapat pada minuman anda dapat...
Artikel Kesehatan - by ,
4/ 5stars

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *